Rabu, 06 Juni 2012

6. manusia dan kegelisahan


UN dan kegelisahan siswa………

  Pernahkah kita sadari bahwa hari-hari menjelang dilaksanakan ujian nasional (UN) banyak siswa yang gelisah serta merasa terganggu dengan aneka ragam polemik dan kritikan? Mereka khawatir dan waswas terhadap isu terjadinya kecurangan benar-benar bakal terjadi. Lantas buat apa selama ini mempersiapkan diri menghadapi UN dengan belajar di sekolah, mengikuti les tambahan, dan bimbingan belajar jika pada akhirnya terkalahkan dengan praktik curang. 

    SETIAP menjelang pelaksanaan UN tidak pernah lepas dari polemik dan berbagai macam kritikan. Jika tahun lalu polemik berkisar perlu dan tidaknya UN dilaksanakan karena banyak pihak yang menilai pemborosan anggaran, membutuhkan biaya triliunan rupiah. Juga tidak sedikit pihak yang mempertanyakan tugas Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), jika kelulusan siswa harus ditentukan melalui UN dan beragam kritikan lain. Meski begitu, toh UN tetap dilaksanakan. Tahun ini, polemik tersebut tidak ada lagi. Yang muncul akhir-akhir ini adanya kekhawatiran bakal terjadi penyimpangan UN. Baik yang dilakukan oleh peserta ujian, para pengawas, maupun para guru sendiri termasuk kepala sekolah.
    Penyimpangan yang dimaksud meliputi kebocoran soal, beredarnya kunci jawaban, pengubahan kertas jawaban usai pelaksanaan UN, dan aneka ragam penyimpangan lainnya. Sebagai akibat dari penyimpangan tersebut muncul rasa ketidakadilan, seperti ada sekolah yang kurang bermutu dan diperkirakan jumlah kelulusannya rendah, ternyata justru sebaliknya, semua lulus. Sebaliknya, sekolah yang dianggap unggul, ternyata banyak siswanya yang tidak lulus. Ada juga yang mengaitkan kelulusan sekolah dengan kebijakan politik daerah setempat. Konon ada pimpinan daerah yang sudah memasang target agar kelulusan UN mencapai presentase tertentu.
    Akibatnya, kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah harus bekerja keras agar target yang diinginkan kepala daerah tersebut dapat dicapai. Karena jika target tidak terpenuhi dikhawatirkan jabatannya akan di copot, karena jabatan kepala dinas dan kepala sekolah ditentukan oleh kepala daerah. Jujur harus diakui bahwa hasil UN bukan saja menjadi kebanggaan sekolah, tapi juga pemerintah daerah.
    Bahkan lebih dari itu, hasil UN akan menjadi penentu terhadap kelangsungan hidup sekolah yang bersangkutan. Pendek kata, kelulusan UN masih menjadi kebanggaan dan sebagai tolok ukur prestasi bagi semua pihak yang terlibat di dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan. Semua pihak tentu setuju, apapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah perlu untuk di evaluasi, terlebih yang berkaitan dengan dunia pendidikan, agar dapat diketahui sejauh mana kegiatan itu berhasil memenuhi target yang diinginkan.
    Sayangnya, dalam melontarkan polemik dan kritik banyak pihak yang tidak mempertimbangkan dampak negatif bagi para siswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian. Harus disadari bahwa saat ini banyak para siswa yang mengaku terganggu dengan gencarnya pemberitaan di media masa, khususnya terkait dengan isu kebocoran soal dan kunci jawaban tadi.
    Meski baru sebatas kekhawatiran dan belum tentu terjadi, namun secara psikologis telah berpengaruh terhadap konsentrasi para siswa, khususnya mereka yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi ujian. Untuk mengatasi berbagai kemungkinan terjadinya penyimpangan, Menteri Pendidikan Nasional telah mengambil kebijakan dengan menggandeng perguruan tinggi menjadi pengawas ujian nasional dan juga melibatkan pihak-pihak keamanan. Untuk mengatasi persoalan ini sesungguhnya bukan hal yang sulit, karena alur perjalanan distribusi dokumen UN sudah jelas, sejak dari pencetakan naskah, proses pengiriman, penyimpanan dan pendistribusian ke sekolah-sekolah.  Kuncinya hanya satu, masing-masing pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UN memiliki komitmen moral untuk menciptakan UN yang benar-benar bersih.
    Sebaliknya, seketat apapun pengawalan dan pengawasan dilakukan, bahkan jika perlu naskah tersebut di simpan di kantor Polisi, namun jika komitmen moral itu sudah tidak ada maka penyimpangan sangat mudah untuk dilakukan. Maka yang terpenting bukan pada proses pengawasan dan sistem pengamanannya, namun mental manusianya. Ada baiknya semua pihak untuk tidak memperpanjang polemik yang mau tidak mau akan berakibat negatif terhadap anak-anak bangsa yang sedang menghadapi ujian. Toh tidak ada jaminan jika penyimpangan itu benar terjadi bakal ada tindak lanjut berupa penerapan sanksi, baik sanksi administrasi maupun hukum.
    Betapa banyak penyimpangan yang terjadi selama ini khususnya di lembaga pendidikan, seperti dana bantuan operasional sekolah (BOS), dana alokasi khusus (DAK), pemalsuan ijazah dan kegiatan pendidikan lainnya, nyatanya semua hilang begitu saja. Apa sesungguhnya yang sedang terjadi di dunia pendidikan kita saat ini? Mengapa tiba-tiba saja UN bagaikan sesuatu yang gawat dan menakutkan bagi sebagian besar para orang tua, guru dan juga siswa? Kebijakan Pemerintah yang salah atau wujud dari ketidaksiapan anak-anak kita? Dan masih banyak pertanyaan lain yang merupakan bentuk dari kebingungan masyarakat dalam mengikuti polemik ini, karena sejak jaman dulu setiap yang bersekolah pasti mengalami ujian.
    Penulis justru berpikir lain, apakah  ujian  seperti itu memang masih relevan dengan perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan yang ada sekarang. Dulu di saat ilmu pengetahuan dan informasi masih terbatas, maka kecakapan para siswa harus di ukur atau dievaluasi dari seberapa banyak bahan pelajaran yang berhasil dikuasai dan dihafalkan. Sekarang ini informasi dan ilmu pengetahuan telah terbuka melalui internet dan dapat diakses dengan mudah oleh para siswa, sehingga jika ujian dilaksanakan seperti itu, maka beban yang harus ditanggung oleh para siswa akan menjadi semakin berat.
    Mestinya sejalan dengan perubahan zaman, maka cara menguji dan mengevaluasi prestasi siswa juga ikut di ubah, bukan lagi menghafal materi pelajaran, namun menjadi seberapa jauh para siswa sanggup beradaptasi dengan kecepatan terhadap membanjirnya informasi dan ilmu pengetahuan itu. Saat sekarang ini yang diperlukan adalah kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama, seberapa pintar para siswa membangun dan melakukan kerja sama untuk mendapatkan temuan hal-hal baru. Maka yang perlu dikhawatirkan saat ini, jangan sampai produk pendidikan  hanya berhasil memenuhi kebutuhan tenaga kerja tingkat rendahan dan tidak mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman, akibat dari penerapan pendidikan yang kurang tepat.
Beri Motivasi Siswa
    Hal yang penting untuk dilakukan saat ini adalah memberikan motivasi kepada para siswa bahwa UN bukanlah hantu yang harus ditakuti. Motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri seseorang. Bila seseorang memiliki motivasi tinggi maka seberat apapun tantangan yang ada di hadapannya akan mampu diatasi. Karena itu, menumbuhkan motivasi yang tinggi bagi siswa adalah langkah awal yang harus dilakukan. Tentu saja tidak mudah untuk menumbuhkan motivasi atau gairah belajar yang tinggi. Bagi sekolah unggul, jauh-jauh hari telah melakukan pendekatan khusus dengan pengklasifikasian siswa dari siswa yang memiliki high motivation sampai low motivation, untuk selanjutnya dibuat progress report.
    Semua pihak dituntut untuk memahami faktor yang mempengaruhi kesuksesan dalam belajar. Di antaranya, lingkungan sekitar, sarana belajar, dan cara belajar. Lingkungan sekitar meliputi orang tua, guru dan teman. Kepada siswa harus kembali diyakinkan bahwa dalam menentukan kelulusan bukan hanya dari nilai UN, tetapi juga nilai-nilai ujian sekolah. Meski UN tahun ini lebih ringan dibandingkan dengan tahun yang lalu, para siswa tetap harus melakukan persiapan, khususnya mempersiapkan mental agar tidak down saat ujian nanti. Hal yang tidak kalah penting adalah support dari orang tua dan orang-orang terdekat.
    Banyak orang tua yang bersikap apatis terhadap proses pendidikan anak, dengan alasan sibuk dan berbagai alasan lainnya. Orang tua yang bijak tentu akan meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak yang akan menghadapi ujian. Komunikasi yang disertai dengan doa dari orang tua akan menjadi modal dan kekuatan yang maha dahsyat bagi si anak dalam menghadapi setiap tantangan, termasuk ujian nasional. Hampir sebagian besar anak meyakini bahwa doa dari orang tua dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memperteguh keyakinan bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu yang pada awalnya penuh ragu.
    Hipnosis motivasi juga merupakan hal yang sangat positif karena waktunya sangat tepat di saat anak akan menghadapi ujian nasional. Hari-hari ini bukanlah saat yang tepat menuntut anak agar mengurung diri untuk belajar. Justru yang diperlukan mereka saat ini adalah suasana tenang, santai dan harmonis di tengah keluarga. Untuk menghilangkan kejenuhan, tidak ada salahnya jika orang tua mengajak anak keluar rumah walau hanya sekedar menghirup udara segar.
    Seyogyanya para orang tua perlu memahami bahwa pendidikan harus mampu memunculkan tiga kesadaran bagi anak, yakni kesadaran bertujuan, kesadaran berprestasi dan kesadaran berefleksi terhadap dirinya sendiri. Kita tentu berharap agar pelaksanaan UN tahun ini dapat memberikan pelajaran yang berharga bagi siswa, tidak hanya mendapat nilai yang sesuai dengan standar kelulusan, tapi juga merasakan bagaimana sikap harus bekerja keras untuk memperoleh sesuatu dalam kemandirian. Kepada putra-putri bangsa yang akan menempuh UN selamat berjuang untuk menggapai sukses dan masa depan. 





OPINI : bahas UN memang negangin, karena saya sudh merasakan 2x , apalagi saat menunggu hasil, mau copot jantung rasanya karena benar – benar bikin strezzz. memang UN adalah akhir dari kegiatan kita saat menjadi siswa, disitu ujung dari semua kegiatan yang kita lakukan sisekolah, namun kegelisahan yang bukan main – main, karena apapun hasil jawaban dari kita akan menentukan masa depan kita kedepannya, jika lulus maka akan duduk dibangku baru, tapi jika sebaliknya tidak lulus harus mengulang dan manenggung malu pada semua orang, tentunya kita tidak ingin kan mengecewakan orang tua.
            Maka dari itu, sebelum melaksanakan UN, kita harus benar – benar mempersiapkan diri, supaya diri kita benar – benar siap saat melaksanakn UN, dan kita harus yakin bahwa kita pasti bisa.


5. manusia dan harapan



Sukses Meraih Cita-Cita

Sukses meraih cita-cita, apalagi cita-cita besar adalah impian semua orang. Termasuk orang pesimis. Sebenarnya mereka memiliki cita-cita besar, namun karena sikapnya yang pesimis, mereka mengubur dalam-dalam cita-cita tersebut. Anda melupakan cita-cita Anda? Jika ya, silahkan baca artikel ini akan saya jelaskan bagaimana Anda bisa sukses meraih cita-cita Anda.
Metode yang akan dijelaskan sudah terbukti. Jika Anda mengikutinya, insya Allah Anda akan sukses meraih cita-cita Anda. Sebesar apa pun cita-cita Anda. Tidak usah pesimis, tidak usah takut.
Dua artikel sebelumnya sangat fundamental, Anda harus membacanya karena sangat berkaitan dengan artikel ini. Tentu saja artikel-artikel lainnya pun yang ditulis di Motivasi Islami sangat bermanfaat agar Anda sukses meraih cita-cita Anda.
Dua artikel terakhir tersebut adalah:
  1. Anda Akan Menemukan Jalan Sukses
  2. Mimpi Masa Kini Adalah Kenyataan Hari Esok
Pada kali ini saya akan membahas 3 syarat yang harus Anda miliki agar Anda tetap berusaha, tetap bertindak, dan tetap berjuang untuk meraih cita-cita Anda. Karena inilah kunci Anda mencapai cita-cita, yaitu tidak berhenti. Ketiga syarat dibawah ini akan menjadikan diri Anda tidak bisa dihentikan oleh apa pun dan siapa pun kecuali oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Menjaga Keyakinan Bahwa Anda Akan Sukses Meraih Cita-cita
Seperti disebutkan dalam ebook Beautiful Mind Power, ada 3 dimensi keyakinan yang harus Anda miliki dan jaga. Selama ketiga keyakinan ini Anda miliki, Anda tidak akan pernah berhenti, Anda akan tetap optimis, sehingga Anda akan tetap bergerak.
Apa ketiga dimensi keyakinan itu?
  1. Yakin kepada diri sendiri, bahwa Allah sudah memberikan potensi yang cukup untuk meraih cita-cita Anda.
  2. Yakin bahwa cita-cita Anda bisa Anda raih. Meski terlihat sulit dan berat, tetapi Anda harus yakin bahwa cita-cita itu mungkin digapai oleh Anda. Kriterianya mudah saja, jika ada orang lain yang sudah mencapainya (kecuali para Nabi), maka Anda akan bisa mencapainya.
  3. Yakin bahwa Allah akan membantu dan menolong Anda.
Menjaga Fokus Anda Pada Cita-cita
Saat Anda kehilangan fokus, sama saja Anda kehilangan energi. Bukan tidak ada energi, tetapi energi Anda akan menjadi buyar dan tidak cukup lagi untuk mencapai cita-cita Anda. Bagaimana pun hebatnya Anda, tetap saja manusia yang serba terbatas. Kita tidak bisa memiliki segalanya. Waktu dan sumber daya Anda terbatas. Untuk itulah Anda harus menjaga fokus Anda dalam meraih cita-cita.
Anda harus memiliki sistem agar Anda tetap fokus pada cita-cita Anda. Bisa saja itu adalah seorang mentor yang membimbing serta mengarahkan Anda pada cita-cita Anda. Bisa jadi gambar atau benda yang mengingatkan Anda untuk fokus pada tujuan. Atau apa pun yang bisa Anda lakukan agar Anda tetap fokus.
Tentu saja, yang dimaksud fokus disini bukan berarti harus melupakan hal lain. Ibadah-ibadah harian jelas tidak boleh dilupakan oleh fokus kita meraih cita-cita. Fokus disini artinya Anda harus memberikan waktu khusus untuk meraih cita-cita dan Anda konsentrasi saat bekerja.
Misalnya, tetapkan berapa lama waktu yang Anda alokasikan untuk meraih cita-cita Anda. Kapan jadwalnya. Alokasi waktu tentu harus sesuai dengan besarnya cita-cita yang Anda miliki. Jika Anda memiliki cita-cita besar, tentu waktu yang diperlukan akan semakin banyak. Tetapi jangan khawatir, Anda bisa mencapai cita-cita yang besar dengan waktu yang lebih sedikit jika Anda menerapkan konsep Revolusi Waktu dan Daya Ungkit.
Jagalah Motivasi
Motivasi adalah energi. Motivasi seperti bahan bakar pada kendaraan Anda. Jika tidak ada motivasi, maka Anda tidak akan bisa bergerak meraih cita-cita Anda.Bagaimana jika motivasi habis atau turun? Maka Anda harus mengisinya lagi. Jika motor Anda kehabisan bensin, maka Anda harus mengisinya kembali. Jika HP Anda kehabisan listriknya, maka Anda harus men-charge-nya lagi.Untungnya, motivasi tidak perlu bayar atau beli. Anda bisa membangkitkan motivasi Anda kapan pun Anda mau. Energi dalam diri Anda bisa bangkit kembali jika Anda mau membangkitkannya.Selama ada motivasi, Anda akan terus bergerak. Jika bergerak, dan arahnya tepat, cepat atau lambat Anda akan mencapai tujuan.Jadi Anda akan sukses meraih cita-cita jika Anda Anda menjaga keyakinan, menjaga fokus Anda, dan menjaga motivasi Anda.
OPINI : menurut saya, meraih cita -  cita itu wajib untuk semua orang, karena cita – cita adalah harapan dari kecil supaya nantinya bisa menjadi sperti yang diinginkan. Misalnya seseorang ingin menjadi presiden, maka dia harus mulai meniatkan usaha dan tekadnya, tetapi meraih cita – cita itu tidaklah gampang, karena semua itu benar – benar btuh usaha yang keras, dan hanya orang yang berusahalah yang bisa meraih cita – cita, yang tidak pernah putus asa, dan selalu mau mencoba, semakin tinggi cita – cita kita, maka semakin besar usaha yang akan kita lakukan. Maka dari itu, kejarlah cita – citamu, karena kamu tidak akan pernah menyangka jika dirimu telah bisa menggapai cita – citamu dari kecil.

Sabtu, 12 Mei 2012

4. manusia dan tanggung jawab



Tanggungjawab Orang Tua dalam Keluarga


1-keluarga
Keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil yang terbentuk oleh ikatan dua orang dewasa yang berlainan jenis kelamin, wanita dan pria serta anak-anak yang mereka lahirkan. Dalam kelompok ini arus kehidupan dikemudikan oleh orang tua. Alam mempercayakan pertumbuhan serta perkembangan anak pada mereka. Fungsi keluarga yang utama ialah mendidik anak-anaknya.
Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga. Orang tuadikatakan pendidik pertama karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya dan dikatakan pendidik utama karena pendidikan dari orang tua menjadi dasar bagi perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari.
Keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak, tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial. Dalam keluarga umumnya anak ada dalam hubungan interaksi yang intim. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral, dan pendidikan anak.
Pengertian mengasuh anak adalah mendidik, membimbing dan memeliharanya, mengurus makanan, minuman, pakaian, kebersihannya, atau pada segala perkara yang seharusnya diperlukannya, sampai batas bilamana si anak telah mampu melaksanakan keperluannya yang vital, seperti makan, minum, mandi dan berpakaian.
Anak lahir dalam pemeliharaan orang tua dan dibesarkan dalam keluarga. Orang tua bertugas sebagai pengasuh, pembimbing, pemelihara, dan sebagai pendidik terhadap anak-anaknya. Setiap orang tua pasti menginginkan anak-­anaknya menjadi manusia yang pandai, cerdas dan berakhlakul karimah. Akan tetapi banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mereka mendidik membuat anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, bahkan ada yang merasa tidak disayang oleh orang tuanya. Perasaan-perasaan itulah yang banyak mempengaruhi sikap, perasaan, cara berpikir, bahkan kecerdasan mereka.
Keluarga adalah koloni terkecil di dalam masyarakat dan dari keluargalah akan tercipta pribadi-pribadi tertentu yang akan membaur dalam satu masyarakat. Lingkungan keluarga acapkali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal yang mempengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. Adakalanya ini berlangsung melalui ucapan-ucapan, perintah-perintah yang diberikan secara langsung untuk menunjukkan apa yang seharusnya diperlihatkan atau dilakukan anak. Adakalanya orang tua bersikap atau bertindak sebagai patokan, sebagai contoh agar ditiru dan apa yang ditiru akan meresap dalam dirinya. Dan menjadi bagian dari kebiasaan bersikap dan bertingkah laku atau bagian dari kepribadiannya. Orang tua menjadi faktor terpenting dalam menanamkan dasar  kepribadian tersebut yang turut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa.
Dari uraian di atas, inti utamanya adalah bahwa orang tua memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keluarganya masing-masing mengingat perintah Allah SWT dalam firman-Nya :
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (Q.S. at Tahrim : 6)
Opini : orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap keluarga, terutama kepada anak – anaknya, mereka wajib mengasuh, membimbing, memelihara, dan mendidik terhadap anak-anaknya supaya anak tersebut menjadi anak yang berguna untuk semua. Namun sebagai seorang anak, kita tidak boleh melawan perkataannya, menykiti hatinya, kita harus membuat orang tua kita bahagia atas kehadiran kita, supaya semua yang telah dilakukan selama bertahun – tahun terhadap kita tidak sia – sia. Dan tumbulah menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua.

3. manusia dan penderitaan



DI BALIK KEHIDUPAN PENGEMIS MALIOBORO

7 05 2012
DI  BALIK  KEHIDUPAN
  PENGEMIS  MALIOBORO
Berita Utama
Keindahan kota Jogja, khususnya di daerah Malioboro sebagai jantuk perekonomiankota Jogja yang di bilang sangat maju dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Namun apabila kita amati, tak sedikit para pengemis duduk di depan emperan toko atau bahkan di tepi trotoar untuk meminta-minta, sungguh ironi, Kenapa mereka meminta-minta ? Bagaimanakan kehidupan pengemis sebenarnya ?      
         “Kami ingin bebas! Kami ingin bebas dari ketidakadilan, kemiskinan, lapar dan rasa takut! Kami ingin bebas dari perlakuan sewenang-wenang! Kami berharap untuk bisa berbahagia!”,tutur pria yang sering di sapa Slamet. Seorang pengemis yang sering mangkal di kawasan maliobori ini mejelaskan bahwa, kebebasan kami hanya dapat diperoleh bila orang di sekitar kami merasa bebas.
          Kami hanya dapat merasa bahagia apabila orang disekitar kami pun merasa bahagia. Kami hanya bisa nyaman, apabila orang-orang yang kami temui dan kami lihat di dunia ini merasa nyaman. Dan kami hanya dapat makan dengan nyaman apabila orang lain juga dapat merasa nyaman dengan makan seperti kami. Dan untuk alasan tersebut, dari diri kami sendiri, kami memberontak menantang setiap bahaya yang mengancam kebahagiaan dan kebebasan kami”, tegasnya .
            Pria yang hampir separuh baya ini menjelaskan bahwa, Ketika ada razia, bukannya di rehabilitasi dengan baik untuk mendapat perlindungan, Namun yang diberikan pada kawan-kawan pengemis  adalah Sat Pol PP sering melakukan tindakan razia dengan kekerasan, terutama di wilayah Kotamadya Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Sampai saat ini”, tuturnya
        “Berdasarkan info yang saya tahu dari kawan-kawan pengemis, ada  kawan-kawan pengemis yang dirazia oleh Sat Pol PP Sleman dan Jogja, dimana  mereka  mengaku mengalami kekerasan fisik (dipukuli), digabur (dilepas sembarang tempat) di daerah Besi dan Kalasan, dan bahkan ada yang uang hasil meminta-mintanya di ambil oleh petugas sat pol PP.
            Di tempat terpisah, Salah seorang pengakuan  pengemis, Sumiyati ( 69 tahun ), di usianya yang telah senja, ia menjelaskan bahwa sebuah keterpaksaan ketika dirinya menjadi pengemis, karena dirinya tak punya pilihan lain selain menjadi seorang pengemis. Fisiknya yang sudah rentang, mengharuskan dia menjadi seorang pengemis.
      Tiap harinya Sumiyati, tidur di pasar Bregharjo, bersama buruh gendong, dan juga pengemis yang lain. Nenek yang mengemis sejak 5 tahun yang lalu, mengaku bahwa sehari rata-rata dirinya hanya mendapat 6 ribu – 8 ribu, dan untuk makan sehari-hari, dirinya hanya membeli nasi bungkusan seribuan.
       Sumiyati, “Saya ingin pemerintah adil dalam menangani masalah pengemis seperti saya, yang saya tahu, bahwa  tiap warga negara berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak, namum pada kenyataannya saya sama sekali tidak medapat keadilan, saya merasa sekarang hidup tidak adil, karena yang kaya semakin kaya, dan yang miskin seperti saya semakin terpinggirkan”
      Nenek asli Surabaya ini mengaku, bahwa dirinya Pernah sekali di razia, namun dirinya sangat tidak betah tinggal di  tempat rehabilitas, karena terlalu banyak aturan, sedangkan saya ini sudah tua, saya ingin hidup tenang dan lebih senang seperti sekaran ini”, tuturnya dengan pasrah.
        Di tempat terpisah, Slamet kembali menjelaskan bahwa, Pemerintah juga mengalami kegagalan dengan berbagai proyek-proyek yang seringkali atas nama rehabilitasi, Sebagai contoh, pengalaman kawan-kawan saya yang sering terkena razia kemudian dibawa ke panti sosial, bahkan mereka selau mengalami kekerasan fisik dan psikis, mereka di panti sosial tidak ada pemberdayaan sama sekali, bahkan mengalami nasib yang sangat menyedihkan dan diperlakukan sewenang-wenang, seperti saat di panti sosial kawan-kawan dicampur dengan orang-orang yang mengalami permasalahan dengan kegilaan.
      Kalaupun ada rehabilitasi berupa pemberdayaan, hal ini banyak sisi kelemahannya karena kawan-kawan setelah program pemberdayaan selesai maka urusan dinas sosial pun selesai, mereka tetap dibiarkan dan tersingkir dari arena kompetisi kerja. Indikator kegagalan program rehabilitasi yang lain bisa terlihat dari pengemis jalanan yang sudah berkali-kali terkena razia, berkali-kali masuk panti sosial namun mereka tetap kembali mencari rezeki di jalanan, bahkan jumlah penduduk yang mengalami kemiskinan  dan memilih mengais rezeki dari jalanan semakin besar. Artinya, ini ada fakta-fakta yang seharusnya bisa membuka mata para pejabat  dan bisa berkoreksi !, tegasnya.
       Namun di sisi lain, ketika  masyarakat Jogja bicara soal pengemis, banyak yang mengalami Pro dan Kontra atas keberadaan pengemis di kawasan Malioboro. Sebut saja Bram, mahasiswa UMY ini menggagap bahwa, Saya merasa tidak begitu terganggu dengan adanya pengemis di sekitar malioboro, karena saya merasa bahwa mereka juga manusia, dan saya yakin bahwa mereka mengemis karena mereka tidak punya pilihan lain. Mahasiswa yang akan  merampungkan skipsinya ini kembali menegaskan bahwa,
       Seharusnya mereka di rehabilisasikan, di beri ketrampilan, dan lebih baik lagi apabila mereka di beri pinjaman modal untuk buka usaha kecil-kecilan sesuai dengan bakat mereka masing-masing, tegas Bram (24) Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.
      Pendapat lain, di tuturkan oleh Tutut (14) siswi SMP 1 Bangun Papan, Jogja,  “Sangat Terganggu!”, adalah jawaban pertama ketika di tanya soal keberadaan pengemis di sekitar kawasan Malioboro. Saya di satu sisi kadang juga kasihan, namun disisi lain saya sangat terganggu dengan keberadaan pengemis di kawasan Malioboro, karena bagi saya malioboro merukapan salah satu icon objek wisata kota Jogja, yang harus di jaga kebersihannya!, tegasnya dengan wajah polos. “Menutut saya, pemerintah DIY harus lebih tegas dalam menangani masalah pengemis, karena bagaimanapun juga, ini sangat mengganggu ketenangan dan kenyamanan pengunjung, tegasnya.
      Sekilas kehidupan pengemis dan juga tanggapan dari masyarakat Jogja di atas. Akankah Pemerintah DIY akan tinggal diam dalam menangani masalah ini? Kita tunggu saja !!
Profil Pengemis
KETIKA  PENGEMIS  BERBICARA

Berita pendukung
            Tua dan Rentang, adalah kesan pertama  ketika melihat sosok nenek tua, di pojok trotoar Malioboro, Dengan wajah kusamnya, nenek tua itu duduk sambil menunggu orang yang lalu-lalang, dan berharap memberinya uang. Sungguhkan ia seorang pengemis atau perampok bertopeng pengemis ?, bagaimana ketika pengemis itu bicara ?

             Sumiyati ( 69 tahun ), di usianya yang telah senja, ia menjelaskan bahwa sebuah keterpaksaan ketika dirinya menjadi pengemis, karena dirinya tak punya pilihan lain selain menjadi seorang pengemis. Fisiknya yang sudah rentang, mengharuskan dia menjadi seorang pengemis.
        Nenek asli Surabaya ini, mengaku bahwa dirinya sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, suaminya yang telah meninggal sejak tahun 2005 lalu, dan dirinya juga tidak memiliki anak, bahkan sodara laki-laki satu-satunya pun telah meninggal sepuluh tahun yang lalu.
           Tiap harinya Sumiyati, tidur di pasar bregharjo, bersama buruh gendong, dan juga pengemis yang lain. Nenek yang mengemis sejak 5 tahun yang lalu, mengaku bahwa sehari rata-rata dirinya hanya mendapat 6 ribu – 8 ribu, dan untuk makan sehari-hari, dirinya hanya membeli nasi bungkusan seribuan. Dirinya bersyukur, tidak sakit-sakitan, walaupun dia harus kedinginan dan tidak memiliki apa-apa, namum dia berusaha menjaga dirinya yang ringkih dengan sabuah selendang pemberian orang pada saat hari raya idul fitri tahun lalu.
          Nenek yang  tiap harinya  muali mangkal di tepi trotoar Malioboro ini mengaku bahwa ia mulai mengemis dari jam 3 sore hingga 10 malam, namum bila hari jumat, ia mulai mengemis dari jam 10 pagi hingga 5 sore.
          Pernah sekali di razia, namun dirinya mengaku sangat tidak betah tinggal di  tempat rehabilitas, karena terlalu banyak aturan, sedangkan saya ini sudah tua, saya ingin hidup tenang dan lebih senang seperti sekaran ini”, tuturnya dengan pasrah.
          Sumiyati, “saya ingin pemerintah adil dalam menangani masalah pengemis seperti saya, yang saya tahu, bahwa  tiap warga negara berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak, namum pada kenyataannya saya sama sekali tidak medapat keadilan, saya merasa sekarang hidup tidak adil, karena yang kaya semakin kaya, dan yang miskin seperti saya semakin terpinggirkan”, katanya dengan berlinangkan air mata.
         “Bila melihat teman-teman yang lain, seperti buruh gendong di pasar Brengharjo, saya juga merasa ingin seperti mereka, namun tubuh saya yang rentang tak mungkin lagi mampu mengangkat beban berat seperti mereka, terangnya.
         Saya juga merasa kasihan dengan teman-teman pengemis yang senasip dengan saya, Jadi saya berharap, jangan ada lagi pengemis seperti saya, karena saya tidak ingin ada orang lain yang merasakan penderitaan seperti saya sekarang ini . Tegasnya dengan rauk muka penuh kesenduan.

Minggu, 15 April 2012

MY BIODATA

Nama : Alif teguh nugroho
Ttl : Riau, 04 - 04 - 1993
Alamat : Rokan hulu, riau
Tinggi badan : 172 cm
Hobi : Futsal, Sepak bola, musik
Cita - cita : Pengusaha
saya adalah anak kedua dari 4 bersaudara, saya anak laki - laki sendiri, saya sangat mengemari motor, saya hobi otomotif, terlebih saya penggemar berat dari kawasaki ninja pabrikan asal jepang, saya sempat sakit karena menginginkan motor itu, bahkas setiap saya main, saya selalu memfoto motor kawasaki ninja yang saya jumpai, bahkan saya selalu browsing gambar diinternet dan lalu saya buat album, bahkan album foto dihp sya isinya motor semua, smpai ada teman yang bilang, ko g ada foto cwe lif? saya cuma berkata, q memiliki satu tujuan, dan itu harus terwujud, ini merupakan wujud dari kecintaaan saya terhadap kawasaki ninja, saya slalu berharap untuk memilikinya, tapi smua itu butuh usaha, sampai - sampai saya sekarang usaha menjual baju dan jaket, yang berharap nantinya bisa membeli motor tersebut. memang sgala sesuatunya btuh usaha dan kerja keras untuk menginginkan yang kita inginkan, kita tidak  mungkin hanya bermimpi, tapi coba untuk mewujudkan, mimpi tidak pernah akan jadi kenyataan jika kita diam dan diam.semoga nantinya mimpi aku bisa terwujud..thank's untuk kunjungannya..

Rabu, 04 April 2012

2. MANUSIA DAN CINTA KASIH

Puisi yang kutujukan kepada kedua orang tua


Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka…….
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa’at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa’at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.
Amin Ya Rabbul Alamin..

1. MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan Musik

 

Opini :


Musik merupakan salah satu hal yang tidak akan bisa dilepaskan dalam hidup ini. Musik bukan hanya lagu, tetapi juga suara-suara lain, yang disengaja maupun tidak disengaja, yang dapat ditangkap oleh indra pendengar manusia.
Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Menurut Aristoteles, musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Musik menenangkan manusia, musik bisa mengekspresikan isi hati manusia, dan membuat manusia senang.
Musik memiliki banyak tipe, seperti pop, jazz, rock, blues, dangdut, klasik, religi, sampai musik tradisional. Semuanya dapat dikelola dengan baik oleh manusia. Manusia bisa membuat tipe-tipe musik tersebut menjadi harmoni (harmony). Harmoni adalah teori musik tentang bagaimana menyusun akord-akord musik tersebut menjadi enak didengar dan selaras. Inilah yang disebut keindahan musik.
Musik akan menjadi indah saat orang dapat merangkai, mengelola, atau menyusun bunyi-bunyi tertentu menjadi satu bunyi yang enak didengar atau selaras (harmoni). Inilah yang membuat musik digemari oleh semua orang, dari kalangan bawah, sampai atas.
Musik dapat dinikmati dengan cara didengarkan, dimainkan atau dinyanyikan, dan di-compose atau dibuat. Musik dapat didengarkan dengan music player, yang musiknya berasal dari CD atau Flash disk, atau mungkin data-data yang ada di komputer. Musik dapat dimainkan dengan piano, gitar, biola, suling, perkusi, dan lain-lain. Dengan bermain musik, kita akan tahu bagaimana menghasilkan bunyi yang harmoni. Untuk membuat musik, sekarang ini sudah mudah, karena teknologi di dunia semakin canggih. Ini akan menjadi lebih mudah jika orang tersebut bisa bermain instrument-instrument musik tersebut.
Semua keindahan musik ini tentunya berasal dari kita sendiri. Kita yang mendengarkan musik, bermain musik, mempelajari musik, bahkan membuat lagu-lagu yang harmoni. Dan dari musik, kita dapat menikmati keindahan hidup lebih jauh lagi, bukan hanya dari alam-alam sekitar yang dapat kita lihat, namun juga bunyi-bunyi yang kita dengar, dari dunia.